🐿️ Pidato Singkat Tentang Larangan Berpacaran
Pidatoperpisahan kelas 6 singkat jelas padat. Nah setelah itu, tentunya apa yang diharapkan, yaitu bisa lulus dan mendapatkan nilai terbaik. Contoh Pidato Perpisahan Sekolah Oleh Kepala Sekolah Puji syukur kita marilah kita panjatkan kehadiran tuhan yang maha esa atas segala rahmatnya, pada hari ini kita telah berkumpul dalam rangka untuk melaksanakan acara perpisahan.
Kalausebatas ingin mengenal karakter lebih dekat dengan lawan jenis mungkin berpacaran tidak jadi masalah. Berikut contoh pidato singkat tentang pendidikan yang berjudul "Mengatasi Hambatan Belajar". Larangan celana kendor ini telah diberlakukan di Delcambre, Lousiana, AS. Pelakunya dapat didenda 500 dolar (sekitar 4,5 juta) atau
Jawabannyaadalah tidak, tidak ada larangan untuk mencintai dalam islam. Yang ada bagaimana kita menyalurkan rasa cinta tersebut kepada lawan jenis. Cinta kepada lawan jenis merupakan hal yang fitrah bagi semua manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga.
CeramahTentang Berpacaran Dalam Islam. Dalam metode ceramah ini murid duduk, melihat, dan mendengarkan serta percaya bahwa apa yang diceramahkan guru itu
AllahSWT telah beberapa kali mengingatkan kita untuk tidak berpacaran. Karena ketika seorang wanita dan pria sedang berpacaran, maka secara otomatis itu akan menyebabkan perzinahan. Mengapa demikian?
Ciriciri pidato yang baik adalah: Pidato harus memiliki tujuan yang jelas. Sebuah pidato harus mengandung atau memuat kebenaran. Penyampaian pidato harus jelas dan semenarik mungkin. Pidato harus bersifat efektif, dapat diselingi dengan humor. Penyampaian pidato menggunakan artikulasi, intonasi, dan volume yang terang dan jelas.
Padakesempatan kali ini, saya akan berbagi sebuah contoh pidato tentang larangan sombong. Contoh teks pidato keagamaan ini sangat bagus untuk dibacakan pada acara-acara kegiatan agama islam, seperti kultum, acara pengajian dan lain sebagainya. Pidato agama Islam singkat tentang sombong ini isinya bisa ditambah sesuai dengan keinginan sobat
Sebagianbesar remaja memuaskan kebutuhan rasa suka terhadap lawan jenis dengan jalan berpacaran. Padahal sebagian besar warga di negeri ini adalah muslim dan muslimah. Seseorang yang mengaku muslim atau muslimah berarti ia telah berjanji dan bersumpah atas nama Allah SWT untuk menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
. Assalamualaikum Wr. Wb Bissmillairrahmanirrahim, alhamdulillahirrabbilalamin Selamat pagi dan salam sejahtera bagi kita semua. Puji syukur marilah kita panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa, Allah SWT karena atas berkat rahmat, taufik, dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul dalam keadaan sehat walafiat. Shalawat serta salam kita haturkan kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW yang senantiasa menuntun kita dari jalan gelap gulita menuju jalan yang terang benderang yakni al-islam. Saya selaku perwakilan dari teman-teman mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan dan bimbingan dari Bapak Jeffi selaku guru pembimbing dari mata pelajaran Bahasa Indonesia dan tak lupa juga kepada teman-teman yang senantiasa menudukung dan menemani dalam proses pembuatan naskah ceramah ini. Kini pelajar atau mahasiswa dapat memperoleh penghasilan online secara gratis. Untuk referensi panduan mendapatkan uang dari internet silakan kunjungi kesempatan ini , saya meminta izin kepada teman-teman kalaupun tidak diizinkan saya tetap akan menyampaikan secuil pengetahuan mengenai hal yang sangat tidak tabu lagi di era zaman globalisasi ini yakni pacaran. Mungkin kata ini sudah tidak asing lagi di telinga kita, bahkan anak sd pun sudah banyak yang menjalaninya. Bahkan kita sebagai generasi muda pasti sudah tahu, paham, dan pernah melakukannya. Teman- teman yang sangat saya cintai dan saya sayangi. Sebelum saya memulai ceramah ini, disini ada tidak yang sudah pernah menjalin suatu hubungan yang biasanya anak muda sekarang bilangnya pacaran atau bahasa gaulnya anak Purwosari bilangnya komitmen. Apa ada yang lagi zaman-zamannya friendzone? Untuk yang masih dalam tahap friendzone saya sarankan perbanyak sabar kalian dan jangan jenuh buat menunggu pasangan peka. Ada tidak yang lagi friendzone? Ayo ngaku… atau ada yang baru putus? atau lebih parahnya deh gamon. Tau gak apa itu gamon? Gamon itu suatu sifat yang hampir semua orang pernah dan bahkan masih mengalaminya yaitu gagal move on. Baca Juga Cara Menyusun Latar Belakang Skripsi Contoh Teks Prosedur Buat kalian yang masih friendzone, pacaran atau bahkan masih single nih. Emang kalian tahu apa itu pacaran? Pasti teman-teman semua sudah tidak asing lagi kandengan hal yang berbau pacaran. Apa sih pacaran itu? Ada tidak dari teman-teman sekalian yang tahu apa itu pacaran? Pacaran merupakan proses perkenalan antara dua insan manusia yang sedang dalam tahap pendekatan atau mencari kecocokan satu sama lain guna membuahi suatu komitmen untuk menuju jenjang yang lebih serius yakni bahtera rumah tangga. Sebagian remaja menganggap bahwa pacaran merupakan kebutuhan pokok. Sebagian juga menganggap bahwa orang yang tidak memiliki pasangan merupakan golongan orang yang jomblo yang hidupnya ngenes karena tidak ada pasangan. Astagfirullah. Bagaikan lagu makan-makan sendiri, jalan-jalan sendiri, ngopi-ngopi sendiri, hidup pun sih yang bisa kita banggain dari pacaran? Pegangan tangan, Saling pandang memandang lawan jenis sepuasnya? Atau pasang status di facebook aku udah jadian. Teman teman ku yang senantiasa menjomblo. Ketahuilah bahwa pacaran itu tidak ada manfaatnya. Perkataan orang tua sudah tidak lagi dituruti, yang tadinya sekolah urusan nomor satu jadi urusan belakangan, suara adzan berkumandang pun sudah dihiraukan bagaikan. Yang ada hanya dia, dia, dan dia. Bagaikan indomie, dialah nomor satu. Sungguh ironis memang generasi zaman ini. Teman pacaran itu tidak mendatangkan manfaat, tidak disebutkan dalam al-quran, dan tidak dianjurkan pula dalam islam. Berdasarkan firman Allah SWT pada Qs. Al-Israa “Artinya Dan janganlah kamu mendekati zina, karena sesungguhnya zina itu adalah faahisah perbuataan yang keji dan seburuk-buruk jalan yang ditmpuh oleh seseorang” [Al-Israa 32] Lalu jika itu zina, apakah cinta itu dilarang dalam islam? Jawabannya adalah tidak, tidak ada larangan untuk mencintai dalam islam. Yang ada bagaimana kita menyalurkan rasa cinta tersebut kepada lawan jenis. Cinta kepada lawan jenis merupakan hal yang fitrah bagi semua manusia. Karena sebab cintalah, keberlangsungan hidup manusia bisa terjaga. Oleh sebab itu, Allah ta’ala menjadikan wanita sebagai perhiasan dunia dan kenikmatan bagi penghuni surga. Lantas bagaimana penyaluran cinta yang dimaksudkan dalam islam? Jangan mencintai karena hawa nafsu seperti fisik atau harta, sebab nantinya akan dihinakan oleh Allah dan nantinya akan tampak kenyataan yang sesungguhnya menyesalkan. Keutamaan cinta dalam islam ialah sebagai jalan untuk beribaha kepada-Nya. Seperti yang tertera dalam firman Allah SWT dalam Qs Qasas ayat 50 yang artinya “Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yag mengikuti hawa nafsu mereka belaka dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikitpun” Mencintai seseorang yang belum menjadi muhrimnya tentu tak boleh berlebihan, misalnya dalam memandangnya, walaupun memiliki perasaan lebih dan tidak mendekat secara langsung, melihat yang bukan muhrimnya pun juga termasuk zina mata yang harus dihindari. Lebih baik berjuang dengan sabar hingga mendapatkan hubungan yang halal. Saat kita sebagai muslimah sedang jatuh cinta, kita hendaknya menjaga pandangan dan kehormatan sebagai muslimah. Seperti dalam hadist yang artinya “janganlah engkau iringkan satu pandangan kepada wanita bukan mahram dengan pandangan lain, karena pandangan yang pertama itu halal bagimu, tetapi tidak yang kedua!” HR Abu Daud 3. Mendekatkan diri kepada Allah Jangan lupa libatkan Allah dalam setiap urusan termasuk urusan yang berhubungan dengan memperjuangkan cinta. Seperti yang diriwayatkan dalam hadist yang artinya “jika ia mendekat padaku sejengkal, aku mendekat padanya sehasta, aku mendekat padanya sedepa .dan jika ia datang kepadaku dengan berjalan, maka aku mendatanginya dengan cepat,” HR Bukhari. Dalam memperjuangna cinta, hal utama yang harus dihindari adalah zina, yakni zina dalam bentuk apapun baik zina hati, zina mata, zina pikiran, maupun zina perbuatan. Karena semua itu tergolog dosa. Seperti yang diriwayatkan dalam sebuah hadist yang artinya Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah berkhalwatbedruaan dengan seorang wanita tanpa disertai mahramnya karena sesungguhnya yang ketiga adalah syetan.” HR Ahmad. Contohnya ialah memperjuagkan cinta dengan menyatakan tetapi tidak segera menghalalkan hubungan tersebut, dan contoh yang paling sering ditemui ialah dua orang yang saling mencintai dan menjalin hubungan yang dilarang oleh syariat islam yaitu pacaran. Shalat isthikharah ini dianjurkan untuk mendapatkan kemantapan hati, dengan menjalankan shalat isthikharah, Allah akan memberi petunjuk terbaik apa yang seharusnya dilakukan sehingga terhindar dari jalan sesat atau langkah yang salah. Seperti yang tertera dalam firman Allah SWT dalam Al Anbiya ayat 89 yang artinya “Ya Tuhanku, janganlah Engkau membiarkan aku seorang diri, Engkaulah ahli waris yang paling baik”. Selalu memperbaiki diri dari segi akhlak dan hati sehingga nantinya akan mendapat jidih yang terbaik dan mendapat hasil dari apa yang diperjuangkan tersebut yang terbaik pula, sebagai manusia tidak boleh merasa baik, harus selalu merasa rendah diri di hadapan Allah. Memperbaiki diri akan menjadikan seseorang menjadi lebih baik bagi orang yang sedang diperjuagkan. 7. Mencari Rizky yang Halal Berjuang tentu membutuhkan modal baik lahir maupun batin, secara batin dapat dilakukan dengan rajin beribadah dan rajin berdoa, sedangkan pada aspek lainnya yaitu tentang tanggung jawab terlebih sebagai seorang laki-laki yang sudah selayaknya bertanggung jawab pada keluarga, selama waktu penantian wajib diisi dengan kegiatan yang bermanfaat seperti mencari rejeki yag halal. 8. Menyibukkan Diri dengan Hal yang Bermanfaat Selama memperjuangkan cinta, wajib mengisi waktu dengan segala hal yang bermanfat agar nantinya bisa menjadi orang yang terbaik untuk seseorang yang dicintai. Alangkah lebih baik jika seseorang yang diperjuangkan nantinya bisa hidup bersama dalam kelancaran dfan keberkahan, bukan menyusahkan atau membebani Jika merasa belum siap untuk menyampaikan cinta tersebut, maka jalan yang terbaik adalah diam. Diam mencegah dari fitnah dan mencegah dari hawa nafsu. Diam adalah jalan terbaik sambil menunggu dan memperbaiki diri menerima petunjuk yang terbaik dari Allah sehingga hati akan terasa tenang dan jauh dari gelisah karena menyadari semua yang ada di dunia ini haknya Allah. Seperti kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah yang awalnya selalu diperjuagkan dalam diam hingga Allah menunjukkan jalan pada mereka untuk bersatu. Jalan terbaik untuk memperjuangkan cinta ialah menghubungi wali dan menyampaikan perasaan secara baik-baik, dan segera melamar dan menikahi orang yang dicingtai tersebut. Tidak masalah yang melamar laki-laki atau perempuan sebab hukum wanita melamar laki-laki dalam islam juga diperbolehkan. Hal itu jauh lebih baik daripada zina. Seperti yang tertera dalam firman Allah SWT dalam QS An Nur ayat 32 yang artinya “Dan nikahilah orang yang masih membujang diantara kamu dan juga orang-orang yang layak menikah dari hamba-hamba sahaya mu yang laki-laki dan perempuan. Allah akan memberikan kemampuan pada mereka dengan karunia Nya dan Allah maha luas pemberian Nya.” Baca Juga Contoh Ceramah Agama Peran Ekonomi Syariah Dari semua hal tersebut ada tidak yang sudah kalian lakukan atau kalian terapkan? Pasti belum ya,,, mulai sekarang jangalah kalian memulai sesuatu hal yang mendekati zina. Salah satunya yaitu pacaran. Alah tidak melarang kita untuk menyukai sesame lawan jenis. Tapi kita sebagai umat islam harus mengetahui batasan-batasan dalan hal tersebut.. Semoga melalui ceramah ini saya selaku perwakilan dari teman-teman bisa menyadarkan kalian semua dan bisa menjauhkan diri dari perbuatan zina.. Demikian ceramah yang dapat saya sampaikan pada kesempatan ini, semoga dapat bermanfaat bagi kita semua dan dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Lebih dan kurangnya mohon dimaafkan, yang benar datangnya dari Allah SWT Yang Maha Benar. Akhirul kalam, Subhaanaka Allahumma wabihamdika asyhadu an laa-ilaaha illa Anta astaghfiruka wa-atuubu ilaik Wallahul muwaffiq ila aqwamithaaryq,,, Wassalamualaikum warohmatullahi wabarokaatuh Nama kelompok 3. Salsabila Putri R 29 Kelas MIPA 4 ANGKATAN 18
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Assalamu’alaikum Wr Wb Pertama-tama marilah kita panjatkan puji dan syukur kita kehadiran Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat kesehatan sehingga kita dapat berkumpul di tempat yang insha’allah diberkahi oleh Allah SWT ini dengan keadaan sehat wal afiat tanpa kurang satu apapun. Serta tak lupa shalawat serta salam senantiasa terlimpahkan kepada junjungan kita, Nabi besar Muhammad SAW, yang sampai hari ini masih memberikan syafa’atnya kepada kita semua. Pada kesempatan yang berbahagia ini, saya akan berbagi sedikit ilmu kepada teman-teman sekalian. Tema dakwah kali ini adalah hukum islam tentang berkhalwat dan berpacaran. Seperti yang kita ketahui bersama, bahwa pacaran kini sudah menjadi hal yang biasa tengah - tengah kalangan masyarakat indonesia khususnya para remaja. Masyarakat tidak menyadari bahwa pacaran yang dilakukan oleh anak muda zaman sekarang sudah sangat jauh dari kebenaran akhlak seorang muslim yang sebenarnya. Sebenarnya pacaran merupakan pengaruh budaya dari Negara asing, dank arena adanya berbagai teknologi canggih yang dapat menuntun kita menuju jalan yang sesat, yaitu dengan cara mengakses internet. Dari internet kita dapat mengetahui informasi dari dunia luar, bukan informasi yang positif melainkan informasi tentang kebudayaan berpacaran dan seks bebas yang banyak dilakukan oleh remaja zaman sekarang. Allah SWT telah beberapa kali mengingatkan kita untuk tidak berpacaran. Karena ketika seorang wanita dan pria sedang berpacaran, maka secara otomatis itu akan menyebabkan perzinahan. Mengapa demikian? Dengan hanya memikirkan orang yang kita cintai saja kita sudah dapat dikatakan berzina, karena setelah kita memikirkan orange\ yang kita cintai tidak menutup kemungkinan jika suatu hal negative pun akan terlintas dipikirannya. Selain zina pikiran ada juga zina mata, yaitu di mana kita sedang memandang orange yang kita cintai dengan penuh nafsu syetan. Yang lebih parah adalah jika seseorang itu telah melakukan zina perbuatan, yaitu ketika kita sampai bersentuhan atau berbuat hal yang tidak semestinya. Maka Allah akan melaknat orang telah melakukan perbuatan yang demikian. Seperti yang telah dijelaskan oleh Allah SWT di dalam Qur’an surah Al-Isra’ ayat 32 yang berbunyi ; وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا Artinya “Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” Al-Israa’/1732 Secara ilmiah pacara juga sangatlah tidak dianjurkan karena di dalam tubuh kita terdapat hormon kortisol. Kortisol adalah hormon yang bertanggung jawab terjadinya tegangan dalam tubuh manusia. Hormon kortisol sangat penting bagi tubuh dan berguna untuk kinerja tubuh tetapi dengan syarat mampu meningkatkan proporsi yang rendah, namun jika meningkatnya hormon dalam tubuh dan berulang terus proses tersebut, maka yang demikian dapat menyebabkan meningkatnya nafsu seksual, sedangkan pada saat kita berduaan dengan lawan jenis kita itu akan semakin memicu teganggan pada hormon kortisol pada tubuh kita yang bahkan akan berbahaya bagi tubuh kita. Hal ini dapat menyebabkan gangguan psikologis dan kehancuran moral yang teramat parah tingkatnya serta dapat memimbulkan berbagai penyakit kronis. Maka dari itu kita sebagai umat manusia, marilah kita saling mengingatkan satu sama lain agar kita tidak terjerumus ke dalam kemaksiatan. Sekian dari saya dan semoga sedikit dari ilmu yang telah saya berikan dapat bermanfaat bagi kita Wr Wb Lihat Humaniora Selengkapnya
Sebuah fitnah besar menimpa pemuda pemudi pada zaman sekarang. Mereka terbiasa melakukan perbuatan yang dianggap wajar padahal termasuk maksiat di sisi Allah subhanahu wa ta’ala. Perbuatan tersebut adalah “pacaran”, yaitu hubungan pranikah antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahrom. Biasanya hal ini dilakukan oleh sesama teman sekelas atau sesama rekan kerja atau yang lainnya. Sangat disayangkan, perbuatan keji ini telah menjamur di masyarakat kita. Pacaran dari Sudut Pandang Islam, pacaran tidak lepas dari tindakan menerjang larangan – larangan Allah subhanahu wa ta’ala. Fitnah ini bermula dari pandang memandang dengan lawan jenis kemudian timbul rasa cinta di hati—sebab itu, ada istilah “dari mata turun ke hati”— kemudian berusaha ingin memilikinya, entah itu dengan cara kirim SMS atau surat cinta, telepon, atau yang lainnya. “Ditetapkan atas anak Adam bagiannya dari zina, akan diperolehnya hal itu, tidak bisa tidak. Kedua mata itu berzina, zinanya dengan memandang. Kedua telinga itu berzina, zinanya dengan mendengarkan. Lisan itu berzina, zinanya dengan berbicara. Tangan itu berzina, zinanya dengan memegang. Kaki itu berzina, zinanya dengan melangkah. Sementara itu, hati berkeinginan dan beranganangan sedangkan kemaluan yang membenarkan itu semua atau mendustakannya.” Muslim 2657, alBukhari 6243 “Sekalikali tidak boleh seorang laki-laki bersepi-sepi dengan seorang wanita kecuali wanita itu bersama mahromnya.” alBukhari 1862, Muslim 1338 Adakah Pacaran Islami? Ada lagi pemuda pemudi aktivis organisasi Islam—yang katanya punya semangat terhadap Islam—disebabkan dangkalnya ilmu syar’i yang mereka miliki dan terpengaruh dengan budaya Barat yang sudah berkembang, mereka memunculkan istilah “pacaran islami” dalam pergaulan mereka. Mereka hendak tampil beda dengan pacaran – pacaran orang awam. Tidak ada saling sentuhan, tidak ada pegang – pegangan. Masing – masing menjaga diri. Kalaupun saling berbincang dan bertemu, yang menjadi pembicaraan hanyalah tentang Islam, tentang dakwah, saling mengingatkan untuk beramal, dan berdzikir kepada Allah serta mengingatkan tentang akhirat, surga, dan neraka. Begitulah katanya ! Ketahuilah, pacaran yang diembel – embeli Islam ala mereka tak ubahnya omong kosong belaka. Itu hanyalah makar iblis untuk menjerumuskan orang ke dalam neraka. Adakah mereka dapat menjaga pandangan mata dari melihat yang haram sedangkan memandang wanita ajnabiyyah atau lakilaki ajnabi termasuk perbuatan yang diharamkan?! Camkanlah firman Allah “Katakanlah wahai Muhammad kepada lakilaki yang beriman “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka, yang demikian itu lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” Dan katakanlah kepada wanitawanita yang beriman “Hendaklah mereka menahan sebagian pandangan mata mereka dan memelihara kemaluan mereka”…. anNur [24] 3031 Tidak tahukah mereka bahwa wanita merupakan fitnah yang terbesar bagi laki-laki? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda “Tidaklah aku tinggalkan sepeninggalku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.” al-Bukhari 5096 Segeralah Menikah Bila Sudah Mampu Para pemuda yang sudah berkemampuan lahir dan batin diperintahkan agar segera menikah. Inilah solusi terbaik yang diberikan Islam karena dengan menikah seseorang akan terjaga jiwa dan agamanya. Akan tetapi, jika memang belum mampu maka hendaklah berpuasa, bukan berpacaran. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda “Wahai generasi muda, barang siapa di antara kalian telah mampu menikah maka segeralah menikah karena sesungguhnya menikah itu lebih menjaga kemaluan dan memelihara pandangan mata. Barang siapa yang belum mampu maka hendaklah berpuasa karena puasa menjadi benteng dari gejolak birahi.” al-Bukhari 5066 Al-Imam Nawawi rahimahullah menjelaskan “Yang dimaksud mampu menikah adalah mampu berkumpul dengan istri dan memiliki bekal untuk menikah.” Fathul Bari 9/136 Dengan menikah segala kebaikan akan datang. Itulah pernyataan dari Allah subhanahu wa ta’ala yang tertuang dalam ar-Rum [30] 21. Islam menjadikan pernikahan sebagai satu-satunya tempat pelepasan hajat birahi manusia terhadap lawan jenisnya. Lebih dari itu, pernikahan sanggup memberikan jaminan dari ancaman kehancuran moral dan sosial. Itulah sebabnya Islam selalu mendorong dan memberikan berbagai kemudahan bagi manusia untuk segera melaksanakan kewajiban suci itu. Pacaran juga dapat mendekati zina dalam Al-Qur’an dijelaskan yang artinya berbunyi Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk” QS. 17 Al Israa -perjalanan malam hari- 32 Nasihat Janganlah ikut-ikutan budaya Barat yang sedang marak ini. Sebagai orang tua, jangan biarkan putra-putrimu terjerembab dalam fitnah pacaran ini. Jangan biarkan mereka keluar rumah dalam keadaan membuka aurat, tidak memakai jilbab atau malah memakai baju ketat yang membuat pria terfitnah dengan penampilannya. Perhatikanlah Firman Allah subhanahu wa ta’ala Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Alloh adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. alAhzab [33] 59
pidato singkat tentang larangan berpacaran